Contoh Cara Membuat Catatan Kaki dan Penulisannya

Cara Membuat Catatan Kaki – Menulis karangan ilmia untuk membuat suatu makalah ataupun tugas skripsi tentu tidak boleh sembarangan dalam mencantumkan sumbernya. Peletakan catatan kaki atau yang biasa disebut footnote berada di setiap halaman/lembar untuk pedoman karya ilmia yang berfungsi untuk menjelaskan sumber cuplikan suatu karangan, sehinnga bisa ditelusuri. Biasanya catatan kaki bisa bersumber dari buku, koran majalah juga internet, itulah sekilas tentang pengertian catatan kaki.

contoh membuat catatan kaki

Cara Membuat Catatan Kaki

Untuk membuat catatan kaki dengan Microsoft Word penggunaan huruf (font) harus lebih kecil dari teks utama agar bisa dibedakan nantinya. Jika Teks utama umumnya adalah 12 sedangkan footnote menggnakan ukuran 10. Penggunaan kertas cetak untuk untuk karya ilmia umumnya menggunakan kertas HVS 80 gram dengan ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Berikut ini penjelasan bagaimana Cara Membuat Catatan Kaki yang benar beserta contohnya yang perlu diperhatikan, agar tidak salah jika ingin membuat catatan kaki nantinya.

Cara Membuat Catatan Kaki yang Benar:

  • Pisahkan catatan kaki dengan garis panjang 14 karakter dan margin kiri beri jarak 4 spasi dari teks tulisan.
  • Gunakan spasi 1.
  • Berikan nomor pada setiap bab dan judul.
  • Nomor catatan kaki beri jarak 6 karakter dari margi sebelah kiri.
  • Untuk catatan kaki yang melebihi satu baris, maka baris keduanya di tulis seperti margin teks biasa tepat pada margin sebelah kiri, untuk selanjutnya juga sama.
  • Beri jarak sama antara catatan kaki satu dengan lainnya, jika catatan kakinya lebih dari satu.
  • Jarak baris terakhir catatan kaki dari tepi/pinggir kertas bagian bawah tetap 3 cm.
  • Jangan tulis catatan kaki ke halaman berikutnya, jika terlalu panjang potonglah tulisan aslinya jangan catatan kakinya.
  • Jika misalkan keterangan nomor 2 dan 3 sama dan menjadi berurutan, tuliskan kata ibid agar tidak berulang-ulang.
  • Jika terdapat keterangan yang sama tapi tidak berurutan, tulis keterangan op.cit., lih [x] [x] (artinya nomor keterangan yang sebelumnya).
  • Gunakan keterangan loc.cit jika keterangan pada op.cit., berisi keterangan artikel.
  • Penulisan catatan kaki yang bersumber dari artikel atau buku penulisannya mirip daftar pustaka tapi nama pengarang tidak usah dibalik.

Contoh Penulisan Catatan Kaki yang Benar:

Berikut ini merupakan contoh catatan kaki (footnote) yang bersumber dari buku, majalah, koran dan juga internet yang, lihat gambar dibawah ini.

contoh penulisan catatan kaki

Jenis -Jenis Catatan Kaki ada:

  1. Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang,judul buku,nama atau nomor seri (jika ada),jumlah jilid (jika ada),nomor cetakan,kota penerbit,nama penerbit,tahun terbit, dan nomor halaman.
  2. Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:
    • Ibid. (ibidum) yang artinya “sama dengan di atas” digunakan untuk catatan kaki yang mempunyai sumber yang sama dengan catatan kaki di atas.
    • Op.cit. (opere citati) yang artinya “dalam karya yang telah dikutip”. Digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain.
    • Loc.cit. (loco citati) yang artinya “tempat yang sudah dikutip”. Penggunaannya seperti op.cit., tapi sumbernya berasal dari halaman yang sama.

Baca Juga: Contoh Surat Izin Sakit

Nah itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat catatan kaki yang sesuai benar agar karya ilmia yang dibuat sesuai dengan fakta dan kebenarannya. Silahkan anda share artikel tentang Cara Membuat Catatan Kaki ini kepada teman atau sauda yang membutuhkannya juga.